3 Mahasiswa Unesa Juara di Kompetisi MMC 2022

0
Mahasiswa Unesa Juara MMC 2022
Kampus Unesa. Foto: wikimedia.org

NEWS - Tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil menyabet titel juara kompetisi Mathematical Modeling Competition (MMC) 2022 yang diselenggarakan Departemen Matematika, Institut Teknologi Bandung (ITB), Maret lalu.

Melansir laman Unesa, Senin (9/5/2022), pada babak final ajang tersebut, ketiga mahasiswa berperstasi Unesa yakni Arief Rachman Hakim, Varent Nindy Oktaviani Rusmarlina dan Nuri Fathriya Mardlatillah berhasil mengalahkan sejumlah peserta dari berbagai kampus ternama tanah air, termasuk peserta dari UI dan ITB. 

Raihan ketiga mahasiswa tersebut ini memperpanjang daftar perolehan prestasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Dosen pembimbing, Dimas Avian Maulana, S.Si., M.Si., menngungkapkan, MMC merupakan bagian dari MCF (Mathematic Challenge Festival) yang rutin diselenggarakan ITB.

Semula merupakan kompetisi tingkat nasional, tahun ini dinaikkan levelnya menjadi tingkat internasional. Pada kompetisi ini, peserta diberikan topik, Mathematical Modeling atau Model Matematika.

"Dalam Matematika itu ada beberapa cabang keilmuan, di antaranya ada Matematika murni dan terapan. MMC ini itu masuk ke Matematika terapan yang tidak terlalu banyak rumus," ujar Dimas.

Menanggapi raihan dia dan timnya, Arief Rachman Hakim mengatakan keikutsertaan mereka dalam lomba tersebut adalah untuk mengasah kemampuan dan kreativitas.

"Jarang sekali kan ada info lomba modelling untuk Matematika. Jadi excited buat ikut, ditambah seru banget karena semua partisipan baik dalam atau luar Indonesia bisa ikut. Ngomong-ngomong sekalian mengecek kemampuan dan kreativitas menyelesaikan problem dengan model Matematika," kata Arief.

Pada kompetisi tersebut, Arief dan dua temannya mengikuti beberapa tahapan, mulai dari pengiriman laporan pada tanggal 17 Februari, selanjutnya seleksi final 3 besar pada 12 Maret.

Kemudian dia dan tim masuk final presentasi berbahasa Inggris pada 20 Maret dan diumumkan sebagai juara pada 27 Maret.

Arief mengatakan dia dan timnya tidak menyangka bisa masuk tiga besar bersama peserta dari UI dan ITB. Terlebih bahan dan persiapan peserta dari dua kampus tersebut apik dan ciamik.

Namun dengan kepercayaan diri yang tinggi dan gaya presentasi yang meyakinkan tim juri, mereka berhasil mengalahkan dua tim lainnya dan akhirnya keluar sebagai juara.

"Persiapan kami lumayan ya dibantu pembimbing. Termasuk topik yang akan diberikan ke panitia. Setelah ada topik lalu mencari referensi untuk konstruksi model perlombaan. Terlebih, topik lomba termasuk baru bagi kami. Jadinya, diskusi berhari-hari dengan teman-teman dan pembimbing, matangkan konsep dan topi selama persiapan akhirnya berbuah manis juga," ungkap Arief.

Selama persiapan, lanjut Arief, tim sempat mengalami kendala pada software yang digunakan untuk simulasi program karena harus menggunakan software yang mumpuni yang biasanya dari kampus.

Namun, karena tidak memungkinkan, mereka berinisiatif menggunakan software laptop masing-masing dan ternyata berhasil.

"Kendala dari luar termasuk software bisa teratasi. Ada kendala yang lebih menantang lagi ternyata, yaitu dari sendiri sendiri, rasa malas, mager. Berkat motivasi sesama anggota dan pembimbing serta mengingat tujuan mengikuti lomba, akhirnya kami bisa bangkit dan buktikan kalau kami bisa,” paparnya.

Menurut Dimas, kunci terpenting dalam mengikuti kompetisi yaitu rasa percaya diri yang harus selalu ditanam dan dipegang teguh. "Pada intinya jangan sampai rasa takut mengalahkan segalanya. Itu yang selalu kami tanamkan pada mahasiswa dan tim," jelasnya.

Dirinya berharap agar mahasiswa UNESA semakin banyak yang berminat mengikuti kompetisi Matematika. Sebab, ada privilege bagi yang mengikutinya dan itu dapat memudahkan proses belajar dan berkarir ke depan. Misalnya, memudahkan dalam mengikuti magang kerja atau yang lainnya.

"Lomba kan tidak harus cari menang, tetapi yang paling penting adalah pengalaman. Peserta bisa banyak belajar dengan peserta lainnya, beradu gagasan dll,” ucapnya. Ternyata, bukan kali ini saja tim UNESA menjadi juara. Sebelumnya, pada 2016 sempat memperoleh juara 2 pada kompetisi yang sama dengan format yang berbeda.

(***/edusentris)

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !